ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas Menengah

Yudhianto – detikInet

Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Jakarta – Tampaknya Asus sadar benar kalau pertarungan sesungguhnya ada di segmen menengah. Demi menjawab segudang kebutuhan di segmen ini, produsen Taiwan ini menyodorkan jagoannya sendiri yang dinamai ZenFone 3 Max.

Penggunaan nama ZenFone 3 artinya ponsel ini masuk dalam generasi ketiga seri ZenFone dari Asus. Sementara nama ‘Max’ yang diusungnya bisa dibilang mewakili dua hal sekaligus, yakni bentang layar dan baterai besar yang siap memanjakan aktivitas pengguna.

Tapi terlepas dari kedua hal, ponsel ini menyodorkan banyak kelebihan yang pastinya bikin penggunanya puas ketika menggunakan. Salah satunya terletak di sisi spesifikasi yang terbilang lebih dari cukup untuk ukuran ponsel kelas menengah.

Selain itu, faktor desain juga jadi kelebihan yang ditawarkan. Penggunaan bodi metal dipadu desain yang tipis bikin ponsel ini jadi enak dilihat.

Baiklah, tanpa banyak omong lagi. Simak review yang akan membeberkan detail ponsel yang dihargai di kisaran Rp 2,8 juta ini. Berikut ulasannya.

Desain Khas Metal

Ponsel-ponsel kelas menengah yang ada sekarang desainnya memang tak bisa dianggap remeh. Penggunaan material metal seakan jadi hal yang lumrah di kelas ponsel menengah saat ini. Contohnya seperti ZenFone 3 Max yang dipegang oleh detikINET.

Selain itu, desain yang diusung juga bisa memikat mata konsumen. Pasalnya Asus menawarkan desain yang seksi sekaligus mulus. Secara tampilan ZenFone 3 Max kelihatan elegan, tapi permukaan yang mulus bikin ponsel ini gampang meluncur dari genggaman.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Meski menghalangi kecantikannya, pengguna baiknya menyematkan pelindung bodi untuk ZenFone 3 Max. Sebab ketahanan bodi ponsel ini sangat mudah tergores. Jangankan terkena goresan kunci, apapun yang bersudut tajam sudah bisa menyisakan goresan di bodi ZenFone 3 Max.

Kembali ke soal desain, penempatan aksen garis di bagian atas dan bawah bodi belakangnya juga sukses bikin ponsel ini mengikuti arus kekinian. Di tambah lagi, penempatan kamera di tengah dengan himpitan lampu flash dan fokus laser, serta pemindai sidik jari di bawahnya bikin bagian belakang ZenFone 3 Max kelihatan rapih.

Bergeser ke bagian bezel, pengguna akan menemukan posisi lazim tombol power dan volume di sisi kanan. Sedangkan di sisi kiri, ada slot kartu SIM hybrid yang bisa menelan dua kartu SIM atau satu kartu SIM dan micro SD.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman
ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Sementara kalau melongok ke sisi atas bezel, ada port audio 3,5 mm, dan di sisi bawah ada port micro USB sekaligus speaker di sebelahnya.

Ketika beralih ke depan, pengguna akan dimanjakan dengan layar 5,5 inch dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel) yang diusungnya. Apalagi Asus juga memadukannya dengan layar 2,5D yang sukses bikin ZenFone 3 Max makin kelihatan ciamik.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Yang disayangkan adalah penggunaan tombol kapasitif yang tanpa backlit. Sehingga penggunaannya di kondisi gelap akan sedikit menyulitkan. Selain itu sensitivitas tombol juga terkadang terasa kurang responsif, yang bikin pengguna harus menyentuhnya beberapa kali ketika menggunakan.

Spesifikasi yang Menjawab Kebutuhan

Dari desain kita beralih ke spesifikasi. Sebenarnya spesifikasi yang ditawarkan ZenFone 3 tak jauh berbeda dengan kebanyakan ponsel di kelasnya. Namun detikINET tidak menyangka kalau ponsel ini mampu menyodorkan operasional yang sangat smooth.

Berbagai aktivitas yang dilakukan di ZenFone 3 Max terasa lancar jaya, bahkan ketika menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya juga terasa nyaman tanpa delay, termasuk ketika membuka aplikasi kamera yang kadang memakan sedikit waktu.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Menariknya, performa yang sama pun tetap bisa dirasakan meski ketika ZenFone 3 Max digunakan sehari-hari selama hampir sebulan penuh di genggaman detiKINET. Dengan berbagai aplikasi yang aktif dan selalu berjalan di background, penggunaan ZenFone 3 Max terbilang memuaskan untuk ukuran ponsel di kelas menengah.

Bisa dibilang Asus berhasil melakukan kustomisasi yang optimal pada Android 6.0.1 Marshmallow yang diusung, lewat balutan ZenUI 3.0. Menariknya lagi, di ZenUI 3.0 juga ada mode Game yang aktif dengan sendirinya ketika pengguna menjalankan aplikasi game. Mode ini akan mengoptimalkan sistem untuk game sehingga bikin permainan nyaman tanpa gejala lag.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahBenchmark ZenFone 3 Max. Foto: yud/detikINET

Tapi terlepas dari itu, spesifikasi ZenFone 3 Max juga tak kalah meyakinkan. Prosesor octa core Snapdragon 430 dipadu RAM sebesar 3 GB pastinya menjawab kenyamanan operasional yang mampu disodorkan ponsel ini. Makin ciamik kala Asus turut membekalinya dengan memori internal 32 GB.

Sementara itu kalau bicara layar, bentang 5,5 inch siap menjawab kebutuhan visual pengguna, termasuk resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel) yang diusung. Sedangkan kameranya menyodorkan kemampuan 16 MP dengan teknologi fokus laser, dipadu kamera depan 8 MP. Untuk kamera utama, lebih detail akan di bahas di segmen kamera.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Ketahanan baterai juga jadi daya tarik ZenFone 3 Max. Sebab Asus membenamkan baterai 4100 mAh yang bikin pengguna bisa tetap beraktivitas dari pagi hingga petang tiba. Bahkan pengguna baru benar-benar butuh pengisian ulang daya jelang tidur malam. Informasi lebih detail soal baterai akan di bahas di segmen selanjutnya.

Baterai Besar yang Dermawan

Seperti dijelaskan sebelumnya, baterai merupakan salah satu kelebihan yang ditonjolkan ZenFone 3 Max. Wajar saja, karena kemampuannya mencapai 4100 mAh. Dengan kemampuan sebesar itu, ZenFone 3 Max menjanjikan ketahanan 38 hari standby, 72 jam pemutaran musik, 19 jam browsing, atau 17 jam waktu bicara.

Tapi lebih dari itu, Asus juga membenamkan fitur yang dinamainya Reverse Charging. Fitur ini memungkinkan pengguna ZenFone 3 Max untuk berbagi daya dengan perangkat lainnya. Jadi ZenFone 3 Max seperti jadi powerbank untuk perangkat lain. Asus juga telah menyertakan kabel OTG khusus utuk memungkinkan hal tersebut.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Lebih lanjut, Asus juga menanamkan fitur Power Saver. ZenFone 3 Max jadi bisa bertahan lebih lama bila fitur ini diaktifkan ketika kapasitas baterai sudah menipis. Sebagai contoh, dengan sisa daya 10% ZenFone 3 Max bisa bertahan standby selama 30 jam.

Hal itu dimungkinkan karena mode Super Saving akan melakukan optimasi sesuai kebutuhan daya. Jangan kaget kalau ada fitur yang akan dimatikan ketika mode super saving diaktifkan, seperti Bluetooth, Wi-Fi, dan lain-lain.

Tapi fitur semacam mode super saving sebenarnya bukan hal baru. Sudah banyak ponsel lain yang sudah sejak lama menyodorkan fitur ini. Meski begitu kehadiran fitur ini sedikit banyak bisa membantu pengguna yang padat aktivitas.

Kamera Bisa Diandalkan

Beralih ke kamera, janji-janji hasil jepretan berkualitas juga siap disodorkan ZenFone 3 Max. Apalagi selain dibekali kemampuan 16 MP, ponsel ini juga disematkan teknologi fokus laser. Menjadikan penentuan titik fokus hanya perlu waktu 0,3 detik.

Bukaan kamera ZenFone 3 Max juga lumayan, yakni f/2.0. Sehingga jepretan di kondisi minim cahaya akan bisa tertolong lewat serapan cahaya yang lebih baik.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Selain itu berkat dukungan Electronic Image Stabilization (EIS), perekaman video oleh kamera ZenFone 3 Max hasilnya juga bisa lebih stabil dan fokus. Asus menanamkan EIS 6 arah di ZenFone 3 Max demi kualitas perekaman yang optimal. Alhasil, perekaman video sembari aktivitas outdoor jadi dimungkinkan.

Tapi segudang fitur kamera tak ada artinya tanpa melihat hasil jepretan. Sebagai buktinya hasil jepretan terlampir bisa membuktikan seperti apa kualitas kamera ZenFone 3 Max. Dan dari hasilnya bisa dilihat di bawah kalau secara overall kamera ZenFone 3 Max cukup dapat diandalkan.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: yud/detikINET
ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: yud/detikINET
ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: yud/detikINET
ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: yud/detikINET

Opini detikINET

Untuk ukuran ponsel kelas menengah, ZenFone 3 Max sejatinya mampu menjawab berbagai ekspektasi pengguna. Dari mulai desain yang elegan, dipadu salah satu spesifikasi yang memuaskan di kelasnya, dan kamera dengan hasil jepretan ciamik.

Ditambah lagi, baterainya yang besar juga bikin pengguna ZenFone 3 Max tak perlu kuatir kehabisan daya di tengah-tengah aktivitas. Pengguna pun bisa berbagi daya ke perangkat lain berkat fitur reverse charging yang bisa bikin ZenFone 3 Max memiliki fungsi bak powerbank.

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas MenengahFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Sayangnya ketahanan material yang mudah tergores bikin pengguna terpaksa harus menyematkan pelindung bodi untuk mengamankannya. Di sisi lain, penggunaan pelindung bodi juga supaya bikin ZenFone 3 Max kokoh di genggaman. Pasalnya permukaannya yang mulus bikin ponsel ini mudah tergelincir dari genggaman.

Penggunaan tombol kapasitif juga memberikan kesulitan tersendiri terutama penggunaan di kondisi gelap. Namun ini bukan masalah serius mengingat posisi dan fungsi tombol kapasitif biasanya mudah diingat oleh pengguna.

Tapi overall, dengan harga Rp 2,8 juta ZenFone 3 Max jelas-jelas layak masuk pertimbangan bagi konsumen yang tengah berburu ponsel di rentang harga tersebut. Jadi, bagaimana menurut anda?

ZenFone 3 Max: Pemuas Dahaga di Kelas Menengah

Leave a Reply