LG G5 SE: Sensasi Ponsel Modular dan Lensa Wide

LG G5 SE: Sensasi Ponsel Modular dan Lensa WideFoto: detikINET – Anggoro Suryo Jati
Jakarta – Woro-woro pengembangan ponsel modular alias yang bisa dibongkar pasang dimulai oleh Google lewat Project Ara sejak tahun 2013. Sayangnya, proyek ponsel canggih ini terus tertunda realisasinya.

Alhasil, beberapa vendor ponsel coba menyalip upaya Google itu dengan merilis ponsel modular. Salah satunya yang tancap gas adalah LG yang di awal tahun 2016 unjuk gigi dengan seri G5.

Meski tidak serumit dan seunik konsep yang dipaparkan Project Ara, G5 mampu mewujudkan perangkat modular yang tak sekadar angan-angan alias bisa dicoba langsung pengguna. Sebagai permulaan, LG hanya menyediakan dua Cartridge Modular Type, yakni Cam Plus dan Hi-Fi Plus.

Tak lama setelah ponsel ini diperkenalkan di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 di Barcelona, Spanyol, LG dengan sigap melepas ponsel ini di sejumlah pasar, termasuk Indonesia. Sayang, untuk pasar Tanah Air, LG lebih memilih melepas versi ringkas dari G5, yakni G5 SE.

Kepada detikINET, Head of Mobile Communication Division LG Electronics Indonesia Hee Gyun Jang mengatakan bahwa alasan pihaknya membawa G5 SE lebih kepada alasan harga. Dengan harga yang lebih murah, namun pengguna masih bisa tetap merasakan pengalaman premium.

Penasaran dengan performa G5 SE, berikut hasil review detikINET.

Desain Sederhana

Harus diakui desain G5 SE ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan ketimbang generasi sebelumnya, G4. Terlepas dari ukuran bentang layar yang sedikit lebih mungil — 5,5 inch untuk G4 dan 5,3 inch untuk G5 SE — dimensi bodi pun dibuat lebih compact dan terlihat ramping.

Bila G4 memiliki ketebalan mencapai 9,8 mm, maka G5 SE menipis dengan ketebalan hanya 7,7 mm. Menariknya lagi, bentuk bodi pada G5 SE kini tak lagi melengkung seperti sang kakak.

Selain itu, kesan kaku dan tegas yang dulu ditonjolkan pada G4 sirna sudah. LG kini mendesain bentuk bodi lebih luwes dengan sudut-sudut yang dibuat melengkung, sehingga tidak terasa tajam baik ketika menggenggam maupun menyimpannya di dalam saku.

Perbedaan selanjutnya terdapat pada penempatan tombol volume yang kini tak lagi diletakkan di bagian belakang. Untuk mengatur besar kecil volume suara, Anda bisa menemukan tombol tersebut di samping kiri bodi.

Tombol volume ditempatkan di posisi sedikit ke atas, sehingga mudah dijangkau dengan jari telunjuk ketika menggenggam dengan menggunakan satu tangan. Sebagai gantinya, pada bagian belakang LG menyematkan tombol power/lock yang sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari.

Penempatan sensor sidik jari di belakang yang ditawarkan G5 SE, menurut detikINET, sudah pas dan mantap. Lantaran posisinya memudahkan jari telunjuk untuk mengaksesnya ketika digenggam. Tak hanya itu, posisi jari telunjuk ketika mengakses sensor lebih akurat ketimbang menggunakan jempol untuk sensor di bagian depan.

Berada tepat di atas tombol power/lock, terdapat kamera utama yang terdiri dari dua lensa, yakni 16 MP untuk lensa normal dan 8 MP untuk lensa wide (luas) yang mengapit sebuah flash. Ini merupakan untuk pertama kalinya bagi LG menyematkan dua sensor kamera sekaligus. Untuk bagaimana pengalamannya, nanti akan kami bahas di segmen kamera.

Selain kamera dan tombol power, Anda juga akan menemukan logo G5 SE di belakang. Bagi yang melihat sekilas, mungkin Anda akan terkecoh dengan logo tersebut. Karena huruf SE dibuat kecil dari G5, sehingga kebanyakan kawan akan mengira jika ini adalah G5. Terlepas dari desain bodi yang memang sama persis.

Sama halnya dengan generasi sebelumnya, G5 SE juga tidak mengusung konsep unibodi. Hal ini memang karena fitur modular tadi yang mengharuskan Anda untuk melepas baterai ketika menggonta ganti Cartridge Modular Type.

Sementara di bagian depan, tidak banyak yang bisa ditemukan kecuali kamera depan 8 MP yang diletakkan di kiri atas dan logo LG di bawah. Sama seperti generasi sebelumnya tombol navigasi dan home G5 SE diletakkan di dalam layar.

Secara keseluruhan, G5 SE menawarkan desain simple dibandingkan ponsel flagship lain. Tampilan yang wah mungkin bisa Anda temui di bagian depan. Namun ketika berbalik ke bagian belakang, Anda akan merasa desain belakang G5 SE tidak terlalu wah.

Lepas Pasang Modular

Seperti yang sudah dibahas dalam pembuka, salah satu nilai jual yang ada pada G5 SE ini tak lain adalah kemampuannya untuk membongkar pasang Cartridge Modular Type. Untuk saat ini, LG hanya menyediakan dua tipe cartridge, yakni Cam Plus dan Hi-Fi Plus.

Namun untuk ke depannya, pihak LG berencana menghadirkan lebih banyak lagi tipe cartridge, semisal proyektor dan cartride untuk mencetak layaknya printer. Sesuai namanya, Cam Plus ditujukan untuk meningkatkan pengalaman menggunakan kamera ke tahap yang lebih menyenangkan.

Sementara Hi-Fi Plus dirancang untuk pengguna yang hobi mendengarkan musik dengan kualitas tinggi. Dengan menancapkan Hi-Fi Plus, LG mengklaim kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih bersih. Namun, tentu saja itu juga bergantung pada file musik dan earphone yang dipakai.

Sayang, ketika mengulik G5 SE detikINET hanya menjajal cartridge Cam Plus, sebuah cartridge yang mampu menyulap G5 SE menyerupai digital camera. Meski begitu, perlu digarisbawahi bahwa modular Cam Plus ini hanya menyajikan pengalaman seperti menggunakan kamera digital dengan tidak mengubah kualitas gambar.

Anda bisa melakukan zoom in/out dengan menggeser-geser scroll yang mudah dijangkau dengan jempol. Selain tombol scroll zoom tadi, cartridge modular Cam Plus juga dibekali dengan tombol shutter.

Lalu apa kelebihannya? Hadirnya tombol shutter tentu akan membantu Anda untuk berfoto selfie dengan mudah. Dan sudah pasti Anda akan menjadi pusat perhatian karena bentuknya yang unik. Konsekuensi yang ditimbulkan dengan memasang Cam Plus hanya membuat bodi ponsel menjadi tebal.

Cartridge Modular Cam Plus.

Sedikit saran, untuk lepas pasang modular ponsel harus dalam keadaan mati. Karena begitu Anda melepas cartridge, otomatis baterai juga akan ikut terlepas. Jika Anda sering mencopot dalam keadaan hidup, bukan tidak mungkin, ponsel tersebut akan cepat rusak.

Membuktikan Performa yang Diragukan

Salah satu faktor yang membuat perangkat ini dipandang sebelah mata ketika masuk ke pasar Indonesia adalah hadirnya dapur pacu kelas menengah. Berbeda dengan versi reguler yang dibekali chipset terbaru Qualcomm, yakni Snapdragon 820 quad core, di dalam versi SE ini ‘hanya’ tertanam chipset Qualcomm seri menengah, yakni Snapdragon 652 octacore.

Perbedaan juga terdapat pada pembekalan RAM, dimana versi reguler 4 GB, versi SE hanya 3 GB dan juga kartu grafis yang dibedakan menjadi Adreno 530 (G5) dan Adreno 510 (G5 SE). Di luar itu, semua jeroan yang diusung oleh G5 SE serupa dengan sang kakak.

Di atas kertas, memang performa Snapdragon 820 jauh lebih unggul ketimbang Snapdragon 652. Berdasarkan laporan AnTuTu per bulan April 2016 lalu tercatat bahwa Snapdragon 820 menempati peringkat teratas kategori Top 10 Performance Smartphone Chip dengan skor 136.383. Sementara Snapdragon 652 harus puas menempati urutan ke-7 dengan skor 79.636.

Lalu apakah itu artinya performa G5 SE ini buruk? Belum tentu. Karena selama kami memakainya berminggu-minggu, tidak menemukan adanya tanda-tanda lelet. Dipakai untuk bermain game dan aktivitas normal semuanya lancar. Begitu pula dengan transisi layar yang halus.

Agar lebih afdol, detikINET mencoba sendiri pengujian benchmark. Ada tiga aplikasi benchmark yang dipakai, yakni AnTuTu, 3D Benchmark, dan Geekbench 3.

Untuk AnTuTu misalnya, didapatkan hasil pengujian 67.399. Hasil ini bila dibandingkan dengan perangkat lain cukup bertaji, yakni tepat di bawah Google Nexus 6 dan di atas LG G4.

Sedangkan di Geekbench 3, didapat hasil single core 1.484, dimana skornya berada di atas Samsung Galaxy S6, Nexus 6, dan OnePlus 2. Begitupula dengan hasil multi core sebesar 4.594.

Penyematan kartu grafis Adreno 510 membuat kualitas grafis yang ditampilkan oleh layar IPS QHD 5,3 inch (1.440 x 2.560 pixels) sangat oke. Beragam warna mampu ditampilkan natural dan tidak terlihat mencolok, namun tetap tajam.

Layar G5 SE dilengkapi dengan teknologi always on display, yang artinya layar akan tetap hidup dan menampilkan informasi berupa jam dan notifikasi lain, seperti pesan SMS dan email. Lho, apa tidak boros? Tenang, karena secara teori yang dipaparkan LG, fitur ini hanya mengkonsumsi 0,8% baterai per jam.

Dengan demikian, Anda tak perlu resah karena pada praktiknya, baterai G5 SE yang berkapasitas 2.800 mAh ini mampu bertahan hingga kurang lebih 12 jam. Waktu yang normal dalam pemakaian ponsel, dari aktivitas pagi hingga sore hari.

Masih belum cukup? Jika baterai sudah mulai low, Anda bisa mengisinya dengan cepat karena charger dan teknologi chipset Snapdragon 652 sudah dilengkapi dengan fitur Quick Charge, sehingga mengisi sebanyak 30% bisa dilakukan hanya dalam waktu kurang lebih 20 menit.

Kamera yang Menyenangkan

Selain fungsi modular, sektor kamera menurut kami menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi G5 SE. Terlepas dari cartridge Cam Plus, yang membuat asyik di sini adalah hadirnya dua lensa. Satu lensa untuk normal berukuran 13 MP dan lensa wide 8 MP.

Untuk bisa mengaktifkan salah satu lensa, Anda cukup menekan ikon berbentuk pigura yang muncul ketika menu kamera dibuka. Lensa normal, sudah biasa. Lensa wide, baru tidak biasa untuk sebuah ponsel. LG mengklaim jika sudut pandang yang bisa ditangkap oleh lensa ini bahkan melebihi sudut pandang mata manusia pada umumnya.

Hasil jepretan lensa wide LG G5 SE.

Jika secara teori mata manusia mampu menangkap sudut pandang 120 sampai 124 derajat, maka lensa wide G5 SE ini dapat meng-capture pemandangan hingga 135 derajat. Anda bisa dilihat perbandingannya melalui gambar di atas.

Lalu bagaimana dengan kualitasnya? Untuk kondisi cahaya terang, lensa G5 SE masih dapat dikatakan halus dan baik. Termasuk dengan pengambilan gambar di malam hari, cahaya yang dihasilkan dari lampu mampu ditangkap apik, tentu dengan sedikit noise. Tapi hampir jarang kami menemukan noise.

Perbandingan lensa wide (atas) dan lensa normal (bawah) di LG G5 SE.

Lanjut ke bagian depan, kamera 8 MP G5 SE ini sangat asyik untuk diajak selfie. Selain karena hasilnya yang cukup tajam, LG membekalinya dengan fitur beautify, sehingga membuat siapapun yang berfoto selfie bakal terlihat menawan dengan wajah halus bak selebriti.

Fitur lain yang hadir pada menu kamera antara lain panorama, slow motion, time-lapse, popout, dan snap. Merasa profesional dalam menyetting kamera? LG menyediakan opsi mode profesional bagi yang ingin hasil gambar yang lebih advanced. Berikut hasil jepretan LG G5 SE lainnya:

Opini detikINET

Harus diakui G5 SE menghadirkan pengalaman menggunakan smartphone ke tahap yang lebih unik dan menyenangkan. Unik dan menyenangkan di sini tentu saja maksudnya adalah fungsi modular dan kamera dua lensa tadi.

Sayang, cartridge yang tersedia baru sebatas Cam Plus dan Hi-Fi Plus. Kedua cartridge tadi pun bisa diboyong dengan merogoh kocek tambahan yang cukup mahal. Untuk Cam Plus misalnya, dibanderol harga di kisaran Rp 1 jutaan. Belum lagi Hi-Fi Plus.

Dengan label harga perangkat Rp 8 juta, mungkin akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi yang ingin melengkapi gadget pilihannya itu dengan cartridge tambahan agar G5 SE miliknya benar-benar berfungsi selayaknya ponsel modular. Pun tidak ingin membeli modular, ponsel ini masih menghadirkan pengalaman yang tak kalah menarik dari kameranya.

Bagi Anda yang memiliki hobi berwisata dan kerap mengabadikan pemandangan/momen, lensa wide 135 derajat G5 SE bisa mengakomodir kebutuhan pengambilan gambar dengan baik. Lanskap pemandangan yang luas bisa dengan mudah diabadikan dengan sempurna.

Meski di atas kertas Snapdragon 652 tidak bisa menyaingi hasil skor Snapdragon 820, jangan takut performa ponsel akan buruk. Toh, selama mencoba G5 SE tidak ada kendala atau lag yang sangat mengganggu. Kalaupun ada di kemudian hari ada isu, rasanya wajar mengingat ada berbagai aspek yang menyebabkan ponsel menjadi lemot. (mag/ash)

Leave a Reply