“Feature Phone” Masih Mendominasi di Indonesia

ThinkstockphotosIlustrasi

Di tengah-tengah pemberitaan soal smartphone, penggunaan feature phone ternyata masih mendominasi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh hasil survei lembaga riset Pew Research Center untuk tahun 2015 yang melibatkan 40 negara, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Rabu (27/4/2016).

Di Indonesia, kepemilikan smartphone baru mencapai 21 persen, jauh lebih sedikit dibandingkan feature phone sebesar 56 persen.

Jumlah kepemilikan smartphone di Indonesia itu jauh lebih kecil dari negara tetangga. Contohnya, sekitar 65 persen warga Malaysia yang disurvei mengaku memiliki smartphone.

Tingkat penggunaan smartphone tertinggi tercatat berada di negara-negara maju seperti Korea Selatan yang menduduki urutan teratas dengan kepemilikan sebesar 88 persen dan feature phone hanya 12 persen.

Setelah Korea Selatan, Australia, Israel, Amerika Serikat, dan Spanyol menyusul berturut-turut. Di wilayah-wilayah ini, menurut Pew, warga yang disurvei lebih banyak memiliki smartphone dibandingkan feature phone.

Namun keadaannya memang terbalik di sejumlah negara-negara berkembang di Afrika dan Asia Selatan, di mana para responden yang memiliki smartphone jumlahnya jauh lebih sedikit dari pemilik feature phone.

Pew Research CenterSebagian negara yang menduduki urutan teratas dalam hal kepemilikan smartphone, menurut survei Pew Research Center

Di India, misalnya, hanya 17 persen warga mengaku memilikismartphone, sementara pemilikfeature phone mencapai lebih dari 60 persen. Sebanyak 22 persen masih belum memiliki ponsel.

Di Ethiopia, mayoritas responden tak memiliki ponsel. Mereka yang punya telepon genggam lebih banyak memiliki feature phone dibanding smartphoneyang angka kepemilikannya di bawah 5 persen.

Secara keseluruhan, angka tengah (median) untuk kepemilikan smartphone di antara 40 negara yang disurvei adalah 43 persen, feature phone sebesar 45 persen, dan 12 persen belum memiliki ponsel.

Dari hasil penelitiannya, Pew mengatakan bahwa smartphone masih memiliki ruang yang luas untuk bertumbuh di negara-negara berkembang.

Presentase pemilikan smartphone juga tak menggambarkan kondisi yang sebenarnya secara menyeluruh. Di India angka pemilikansmartphone memang baru 17 persen. Tapi penduduk negara ini mencapai 1 miliar orang sehingga tetap menjadi salah satu pasarsmartphone terbesar di dunia.

Hasil riset Pew selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut.

Leave a Reply